BAGI YANG BERMINAT ATAU MEMBUTUHKAN SKRIPSI YANG COCOK DENGAN YANG ANDA CRI SILAHKAN POSKAN PESANAN ANDA LEWAT SINI. KAMI MELAYANI SECARA ONLINE ATAU LANGSUNG DATANG SENDIRI KE "CAHAYA.COMP" ALAMAT KANTOR SUMBERBENDO JOGOROTO JOMBANG. 085649-615-631 /0321-698-2119 EMAIL CAHAYA.COMP@YAHOO.CO.ID

Rabu, 25 November 2009

PENGARUH TINGKAT PENGUASAAN NAHWU SHOROF TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PENGETAHUAN AGAMA ISLAM (PAI) BIDANG STUDI FIQIH DI MTs. DARUL ULUM SUMBER PENGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 
Tidak dapat dipungkiri lagi adanya asumsi dari beberapa kalangan umat Islam Indonesia yang menyatakan kurang puas bahkan meragukan kemampuan siswa siswi Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah dalam bidang ilmu – ilmu alat bahasa arab , yakni Ilmu nahwu shorof baik secara lisan maupun tulisan , padahal ilmu nahwu shorof merupakan kunci yang efektif dalam mempelajari dan memahami Pengetahuan Agama Islam (PAI) khususnya di bidang fiqih yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits , sebagaimana pendapat Syekh Kafrawy dalam kitabnya yang berjudul " Syarakh Mukhtashor Matan Jurumiyah " beliau mengatakan sebagai berikut :
••
•
Artinya : " Tujuan akhir dan faedah mempelajarinya ( Nahwu ) adalah menjaga lisan dari kesalahan dan membantu memahami kalam Alloh dan Kalam Rosululloh SAW "  
 Pada sisi lain , dampak dari minimnya penguasaan Ilmu Nahwu Shorof tersebut menjadikan alumnus Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah menjadi lemah dalam memahami Kitab - kitab yang berbahasa arab yang sering disebut dengan kitab Kuning , yaitu kitab – kitab yang masih bersih dari harokat , misal kitab – kitab tafsir kitab hadits dan lain – lain .
Untuk itu jika di jumpai mahasiswa fakultas tarbiyah atau fakultas lainya lemah lemah dalam segi materi bahasa arabnya , maka kelemahan tersebut bukan sepenuhnya pada fakultas yang bersangkutan ,melainkan juga pada jenjang sekolah sebelumnya ( Mdarasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah ) .  
Mengingat pentingnya ilmu nahwu shorof sebagai salah satu cabang dari ilmu bahasa arab sehingga M.Syakir menganjurkan untuk mempelajarinya dengan pesannya sebagai berikut :
••
••
 •
Artinya : Belajarlah ilmu-ilmu bahasa arab agar mampu menggali hikmah-hikmah dari ajaran-ajaran yang tersimpan dalam Kitabullah yang Mulya serta apa yang diperintahkan oleh Allah melalui lisan Rosululloh SAW.
Dalam upaya menanggulangi kelemahan penguasaan nahwu shorof tersebut, maka sudah sewajarnya apabila Madrasah-madrasah di pesantren diajarkan nahwu shorof secara khusus sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas siswa.
MTs. Darul lum Smber Penganten Jogoroto Jombang adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang memasukkan materi nahwu shorof sebagai salah satu materi dalam muatan local disamping pelajaran membaca kitab kuning ( tafsir ) dan Aswaja . yang baru berjalan 5 tahun , yaitu terhitung sejak tahun pelajaran 2000 – 2001 .
Maka dari itu, penulis ingin mengetahui lebih dekat eksistensi keberhasilan pembelajaran nahwu shorof kaitanya dengan pemahaman Al – Qur'an Hadits siswa , sehingga menarik untuk di kaji sebuah judul yang berbunyi:
" PENGARUH TINGKAT PENGUASAAN NAHWU SHOROF TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PENGETAHUAN AGAMA ISLAM (PAI) BIDANG STUDI FIQIH DI MTs. DARUL ULUM SUMBER PENGANTEN TAHUN PELAJARAN 2004 – 2005 ".

B. Rumusan Masalah 
Dari uraian tentang latar belakang masalah tersebut, maka perlu adanya rumusan masalah sebagai gambaran yang ada dalam pembahasan skripsi ini , adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof di MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang
2. Bagaimana Tingkat Pemahaman Pengetahuan Agama Islam (PAI) bidang Fiqih di MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang.
3. Apakah ada pengaruh Tingkat Penguasaaan Nahwu shorof terhadap Tingkat Pemahaman Pengetahuan Agama Islam (PAI) bidang studi fiqih di MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang.

C. Penegasan Judul 
Dengan maksud untuk memberikan kemantapan dan arah dalam memahami makna dan maksud yang tersirat dalam skripsi ini , maka dirasa perlu adanya penegasan istilah dari judul skripsi ini . 
Berikut ini adalah beberapa istilah yang menurut penulis perlu di tegaskan, yaitu :
1. Pengaruh  
Pengaruh berarti : daya yang ada atau yamg timbul dari sesuatu ( orang , benda dsb ) yang berkuasa atau yang berkekuatan ( gaib dsb ) Adapun Pengaruh yang penulis maksudkan adalah daya yang timbul dari Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Pemahaman Pengetahuan Agama Islam Siswa.
 
2. Penguasaan
Penguasaan adalah pemahaman atau kesanggupan utuk menggunakan pengetahuan, kepandean dan sebagainya  
3. Nahwu 
Yang penulis maksud disini adalah Ilmu Nahwu yaitu : Kaidah – kaidah untuk mengenal bentuk kata – kata dalam bahasa arab serta kaidah – kaidahnya dikala berupa kata lepas dan dikala tersusun dalam kalimat .  
4. Shorof 
 Shorof ( tashrif ) adalah mengubah bentuk asal kepada bentuk – bentuk lain yang berbeda untuk mencapai arti yang di kehendaki , yang hanya bisa di tercapai dengan adanya perubahan  
5. Terhadap  
 Terhadap artinya : tentang, berkehaan dengan  
6. Pemahaman 
 Yang Penulis maksud adalah Membaca yang artinya : melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis itu.  
7. Fiqih
Pelajaran Fiqih adalah bidang studi yang silabinya banyak membicarakan 
tentang ilmu amali (ilmu khal) yakni yang berhubungan dengan suatu sikap, sifat atau perbuatan, dalam artian bukan hanya sekedar hipotesis-hipotesis saja akan tetapi juga bersifat praktis.
8. Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum 
 Adalah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal setingkat SMP yang teletak di Dsn. Sumber Penganten Desa Jogoroto Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.

Dari uraian diatas , dapat di jelaskan bahwa yang di maksud dengan judul skripsi diatas adalah penelitian secara ilmiah tentang Pengaruh Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap tingkat Pemahaman PAI bidang studi Fiqih siswa MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang Tahun Pelajaran 2004 – 2005.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dari diadakanya penelitian ini adalah untuk memperoleh jawaban yang jelas dari permasalahan di atas , yaitu :
1. Untuk mengetahui Tingkat Penguasaan mata pelajaran Nahwu Shorof siswa MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang Tahun Pelajaran 2004 – 2005
2. Untuk mengetahui Tingkat Pemahaman PAI bidang studi fiqih siswa MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang Tahun Pelajaran 2004 – 2005
3. Untuk mengetahui adanya Pengaruh Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Pemahaman PAI bidang studi fiqih Siswa MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang Tahun Pelajaran 2004 – 2005  
Sedangkan segi kegunaan yang di harapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 
1. Untuk melatih penulis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis dalam bentuk karya ilmiah 
2. Untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Khususnya bidang penelitian.
3. Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana program strata satu ( S1 ) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Tarbiyah STAI Taswirul Afkar Surabaya.

E. Hipotesa 
Untuk mengarahkan agar penelitian ini dapat mencapai sasarannya dan sekaligus menghindari adanya data yang kurang relevan , maka penulis akan mengajukan hipotesa.
Hipotesa adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian , sampai terbukti melalui data yang terkumpul  
Pendapat lain mengatakan bahwa Hipotesis adalah ramalan penelitian tentang hasil penelitian  
Hipotesis diatas akan ditolak jika hasil penelitian tidak membenarkan , dan akan diterima jika hasil penelitian membenarkan . Untuk mencapai pada kebenaran yang sesungguhnya masih harus di uji dan dibuktikan secara empiris melalui pengumpulan data dari hasil penelitian.
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Hipotesis Alternatif ( Ha ) , yang berbunyi : " Ada Pengaruh yang signifikan antara Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Tingkat Pemahaman PAI siswa bidang studi fiqih".
Namun hipotesis tersebut dalam pengujianya , nanti harus dirubah dulu menjadi Hipotesis nihil ( Ho ) yang berbunyi : " Tidak ada Pengaruh yang signifikan antara Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Pemahaman PAI Siswa bidang studi fiqih".
F. Metode Penelitian 
Sebelum membahas tentang metode penelitian ini perlu penulis jabarkan tentang metode yang digunakan dalam membahas ada tidaknya pengaruh dan seberapa jauh Pengaruh Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Pemahaman PAI siswa bidang studi fiqih.
Metode tersebut adalah metode deduksi dalam hal ini Sutrisno Hadi dalam bukunya yang berjudul " Metodologi Riset I " mengatakan : 
" Metode Deduktif adalah apa saja yang di pandang benar pada semua peristiwa pada suatu kelas atau jenis, berlaku pula sebagai hal yang benar pada suatu peristiwa termasuk dalam kelas atau jenis "  
Dari pendapat diatas dapat di ambil suatu kesmpulan dan pengertian bahwa metode deduktif adalah cara berfikir yang di mulai dari berpijak pada teori umum kemudian di buktikan dengan kenyataan yang ada di lapangan ( Fakta Empiris )
Jadi perumusan masalah dalam skripsi ini dapat terjawab dengan melalui berfikir secara deduktif , begitu pula dengan hipotesis yang diajukan dalam penulisan skripsi ini. Selain Metode deduksi ada satu metode lagi yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah Induksi , metode ini merupakan kebalikan dari metode deduksi , yang pada intinya ialah berfikir yang diawali dari berpijak fakta – fakta yang khusus , peristiwa – peristiwa yang kongkrit untuk di tarik generalisasi yang mempunyai sifat umum . Metode ini penulis gunakan misalnya untuk mengambil kesimpulan.
Adapun uraian tentang metodologi penelitian adalah sebagai berikut :
1. Penentuan Populasi dan Sampel 
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian . Dari sini dapat di pahami populasi merupakan keseluruhan subyek yang diteliti dalam suatu penelitian. 
Yang dijadikan populasi disini adalah seluruh siswa MTs. Darul Ulum Sumber Penganten Jogoroto Jombang yang berjumlah 75 siswa dengan perincian kelas I = 35 siswa, kelas II = 30 siswa dan kelas III = 10 siswa, sedang sampel ialah sebagian atau wakil dari populasi dari definisi yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto diatas dapat di pahami bahwa penelitian sampel adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku populasi. Mengingat jumlah dari populasi yang penulis teliti sedikit dan agar memperoleh data yang valid , maka penulis menggunakan penelitian populasi . Sebagaimana yang dekemukakan oleh Suharsimi Arikunto : " Jika seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian , maka penelitiannya menggunakan populasi  
2. Variabel Penelitian 
Variabel adalah obyek penelitian , atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian Adapun Vareabel dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel Pengaruh : Tingkat Penguasaan Mata Pelajaran Nahwu Shorof
b. Variabel Terpengaruh : Tingkat Pemahaman PAI bidang studi fiqih 
3. Metode Pengumpulan Data 
Dalam upaya pengumpulan data penulis menggunakan 2 macam metode penelitian , yakni : 
a. Library Research
 Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang bersifat teoritik sebagai penyajian landasan teori ilmiyah . Seperti ungkapan Dr Kartini Kartono , bahwa pada hakekatnya data yang diperoleh dengan jalan penelitian library tersbut dijadikan fondasi dasar dan alat utama bagi praktek penelitian lapangan.  
b. Field Research 
Yaitu penelitian lapangan yang penulis gunakan untuk mendapatkan data- data yang kongkrit dalam penelitian lapangan . adapun metode yang penulis gunakan adalah :
1. Metode Observasi 
Sebagai metode ilmiah , observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan terhadap fonomena – fonomena yang diselidiki Metode ini penulis gunakan untuk menghitung data tentang letak geografis dan sarana prasarana di sekolah.

2. Metode Interview
Yaitu proses Tanya jawab lisan dua orang atau lebih berhadapan secara fisik yang satu dapat melihat muka yang lainnya dan mendengarkan dengan telinga sendiri. metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data histories , yaitu usaha madrasah dalam meningkatkan kualitas penguasaan Nahwu Shorof dan Baca Kitab Kuning Siswa 
3. Metode Dokumentasi 
Yaitu mencari data mengenai hal –hal atau vareabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah prasasti, notulen rapat, leger agenda dan sebagainya  
Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data tentang keadaan guru, siswa karyawan , dan struktur organisasi sekolah.
4. Tes
Yaitu sederetan pertanyaan , latihan atau alat – alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, kemampuan intellgensi dan pengetahuan  
4. Analisa Data 
Dalam menganalisa data dari hasil penelitian , analisa yang digunakan adalah analisa data kuantitatif. Dalam analisa ini penulis ingin mengetahui kemampuan nahwu shorof dan kemampuan baca kitab kuning siswa , dengan cara mencari rata – rata dari kedua nilai nahwu shorof dan Nilai fiqih , baik yang di peroleh dari nilai semester maupun dari hasil tes. Juga untuk mengetahui pengaruh Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof terhadap Tingkat Pemahaman siswa , yaitu dengan cara memasukkan nilai rata – rata dari kedua nilai nilai nahwu shorof dan fiqih dari hasil semester maupun tes ke dalam rumus Chi Kuadrat sebagai berikut : 


Keterangan :
X2 = signifikansi yang dicari
Fo = frekuensi yang diperoleh berdasarkan data
Fh = frekuensi yang diharapkan
G. Sistematika Pembahasan 
Sistematika pembahasan skripsi ini terdiri dari empat bagian ( bab ) , yaitu :
Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari : Latar belakang masalah, Rumusan masalah , penegasan judul , tujuan dan kegunaan penelitian , hipotesa, metode penelitian dan sistimatika pembahasan.

Bab II : Landasan teori yang terdiri dari Tingkat Penguasaan Nahwu Shorof yang meliputi teori tentang penguasaan dan indikasi penguasaan. Dilanjutkan Nahwu Shorof yang meliputi pengertian , tujuan dan fungsi serta materi Nahwu Shorof . Kemudian tentang Pemahaman yang terdiri dari teori tentang Pemahaman yang meliputi pengertian , macam dan indikasi Pemahaman , kemudian fiqih yang meliputi pengertian , tujuan dan fungsi serta materi fiqih. Dilanjutkan dengan Tingkat Penguasaan Nahwu bShorof terhadap Tingkat Pemahaman PAI siswa bidang studi fiqih 

Bab III : Penyajian dan analisis data yang terdiri dari penyajian data yaitu meliputi gambaran umum umum Madrasah yaitu tentang keadaan geografis, histories gedung dan fasilitas , struktur organisasi , keadaan guru, karyawan serta usaha madrasah dalam meningkatkan pembelajaran Nahwu Shorof , dilanjutkan dengan penyajian data tentang Penguasaan Nahwu Shorof dan Pemahaman PAI bidang studi fiqih , Kemudian analisis data tentang Penguasaan Nahwu Shorof dan pengaruhnya terhadap Pemahaman PAI Siswa bidang studi fiqih.

Bab IV : Kesimpulan dan Saran – saran.

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PUASKAH ANDA DAPATKAN DATA KAMI?

SAMPAH POSTING

Ada kesalahan di dalam gadget ini

GAMBAR

GAMBAR
AKU LG SEDIH